Title ini minjem title of some controversial email in the JDF milis ttg suatu issue EDS UGM, BUT sekali lagi, isi postingan berikut ga da hubungannya samasekali dengan JDF, ama internal affair EDS UGM, Fajri’s email, Nando’s response, Sani’s new board, ato malah dengan sapi…(Cow=sapi?!)
No. Tapi postingan ini adalah suatu surat terbuka buat seseorang penelpon gelap yang udah dengan tidak bertanggung jawab neror rumah gw di Bekasi. Seorang Coward a.k.a Pengecut, yang bersembunyi di belakang anonimitas dan semua kebohongan…
Dear Coward,
Dimulai dari hari kamis malem. anda menelpon ke rumah saya di bekasi, mengaku sebagai PUTRA anak elins s1 satu angkatan diatas Ardi a.k.a Aje (this one is my boyfriend). Analisa dari kalimat ini : Kalkulasikan–> Aje angkatan 2002 which is angkatan pertama s1 elins di UGM, dia ngaku satu angkatan diatas which mean 2001, dan GA ADA angkatan 2001 elins s1.At this point, you lie. And cowards always lie and hide beyond anonymousity. Kedua, ngaku namanya PUTRA. Well, putra itu cuma ada di elins 2003 (2004 kebawah gw ga ngurusin…) dan yang namanya putra adalah temen baik saya, dan saya sudah confirm perbuatan anda yang mendiskreditkan image dia dengan menggunakan namanya ke orangnya secara langsung. Btw, saya tahu alasan anda memakai nama ini.I really do. (Tenag Put, lo ga da hubungannya kok)
Ada beberapa hal dari telpon gelap anda. Pertama, anda mengatakan pada orang tua saya kalo hubungan saya dan pacar saya (aduh, ga suka gw pake kt2 "pacar".) di jogja sudah melampaui batas, dan menuduhkan kalo kami sering melakukan perbuatan tidak senonoh. Lalu anda mengatakan kalo anda dulu adalah orang yang pernah menyukai saya, karena itulah anda berbuat seperti ini. Maaf saja, tapi saya merasa di violate, dan Islam membolehkan orang yang ter violate untuk membela diri, fair and square, tidak dengan cara pengecut seperti yang anda lakukan.Dan postingan ini salah satu cara saya. Yang lain? nanti anda rasakan sendiri… Pertama, tentang perbuatan *tidak senonoh (disingkat PTS)*. Anda TIDAK BISA membuktikan kepada orang tua saya kapan dan dimana. Anda hanya mengatakan ini semata2 berdasar asumsi, yang entah itu kesimpulannya anda tarik sendiri (mungkin anda tidak pernah melihat saya di kost, ato anda melihat saya pulang malam…Duuudee, U dunno what I did outthere!), atau dari orang lain (yang mungkin juga se COWARD anda). Dan orang tua saya jauh lebih mengenal saya dan Ardi daripada anda. Duh, anda kira hubungan kami main2? No! Ardi dekat pada keluarga saya, dan begitupula sebaliknya. Kami sudah berkomitmen secara terbuka, dan yang terpenting, kami berdua JUJUR. Sehabis black phone anda, Ayah saya mengkonfirmasi hal ini ke saya dan Ardi. Dan kami berkata jujur. Saya dan Ardi juga mengkonfirmasi hal ini ke ortu-nya pada akhirnya. Dan lagi, heloooo….apapun kami lakukan, even if (biarpun nggak) kami melakukan *PTS* yang anda tuduhkan tadi, apa urusan anda? itu tidak menyakiti anda, dan tidak ada hubungannya dengan anda secara personal. Dude, just stay out of me and my business. Pake menghina2 saya dengan sebutan yang ga pantas lagi.Mengenai dulu anda pernah menyukai saya, telepon gelap anda bahkan membuktikan bahwa: 1) Anda bohong. Sebenarnya anda tidak pernah menyukai saya, karena kita TIDAK mem black mail orang yang kita (pernah) suka. 2) kalopun asumsi 1 salah, berarti anda menyukai saya dengan cara yang CHILDISH, tidak dewasa, dan salah. Kenapa? karena memblack mail saya justru membuktikan, anda adalah seorang COWARD yang, sayangnya, tidak pantas dan tidak akan saya sukai.
Kedua, hal yang anda singgung dalam telepon gelap ini adalah tentang saya berhutang kepada anda Rp.75.000 dan juga banyak berhutang kepada teman2 saya yang lain. Oke, akan kita analisa juga perkataan anda ini. Yang pertama, saya yakin kao anda bukan seorang gentleman. Kenapa? karena cuma masalah hutang Rp.75.000 aja sampe dibawa2 ke ortu saya, padahal anda TIDAK PERNAH menghubungi saya untuk menagih hutang tersebut (IF THIS LOAN WERE EXIST. Karena, ya saya ga tau dong, pernah ngutang ke anda apa nggak, kalopun saya pernah dan lupa, anda TIDAK PERNAH menagih langsung. Dan bukannya menagih langsung, anda malah nelpon ortu saya . Apa namanya kalo bukan COWARD ?? Ok, sekarang kita lihat reaksi ortu saya (in this case, my lovely father) atas topik kedua ini
Coward : bla bla bla…wini ngutang 75.000 bla bla… sama yang laen utangnya jg banyak tapi dia ga peduli, bla bla (trashing….)
My Dad : Oke. Sekarang berapa nomer account anda dan bank apa? saat ini juga saya akan langsung transfer. Dan tolong sebutkan nama orang2 yang wini punyahutang ke mereka, biar saya tanya wini. Atau kalo perlu nomer telponnya,biar saya bisa langsung tanya mereka nomer account-nya
Coward : Lho kok jadi bapak yang tanggung jawab?
My Dad : Kamu ini bodoh ato apa sih? (translated, in english version at that time). Wini itu putri saya, dan dia tanggung jawab saya, termasuk semua hutang yang dia punya. Sekarang berapa no. account anda?
Coward : …………… (nutup telpon)
BASI. Keliatan banget dari pembicaraan diatas, betapa Pengecut nya anda. Kalopun tujuan anda nelpon ke rumah saya adalah agar anda memperoleh uang anda kembali (yang saya percaya, bukan itu tujuan anda), kenapa anda tidak menyebutkan account anda? Dan kelihatan banget kalau anda itu BODOH. Ayah saya (dan keluarga saya) solid. Pertanyaan anda "Lho kok jadi bapak yang tanggung jawab? " menunjukkan anda bodoh. Atau mungkin, anda memang saat itu terlalu kalap dan panik mendengar betapa tenangnya reaksi ayah saya, dan sadar kalo rencana busuk anda untuk menjelekkan saya gagal? Ya iyalah ayah saya masih bertanggung jawab atas saya (plus hutang2 maya yang anda sebutkan tadi), wong saya belum married… ^_^ *pengen married mode on*
Coward, listen. Apapun motif anda melakukan hal ini, saya sadar kalo ini semua terjadi atas izin Allah…dan mungkin ini jawaban do’a saya saat saya memohon dikuatkan. Allah menguatkan dan mengingatkan saya lewat anda dan kepengecutan anda. Saya mendoakan anda diberi hati yang lapang dan tidak sesempit saat anda memblack mail saya.
Coward, listen (lagi). Agama saya membolehkan saya untuk membela diri, secara fair and square, saat saya di violate,saat nama saya dicemari. Postingan ini salah satu cara saya. Anda akan tahu cara saya yang lain. Pastinya, saya 80% yakin saya tahu siapa anda. Dan atas izin Allah, 20% bukti akan segera terungkap. Anda bisa menutupi bangkai, tapi tidak baunya.
Coward, here’s the thing. Apakah anda tidak muak saat saya sebut anda "COWARD" alias pengecut ? Kalo anda bukan pengecut, temui saya. Kalau anda punya masalah dengan saya, baik itu hati yang tersakiti ataupun hutang, temui saya. Insya Allah saya rela meminta maaf kalau saya salah, dan membayar hutang kalau saya berhutang. Easy,coward. Anda dapat bertemu dengan saya tanpa takut. Agama saya tidak mengajarkan saya untuk mendendam dan membalas sakit hati dengan cara licik. Saya hanya ingin bicara hati ke hati dengan anda, meminta maaf apabila ada salah dan sakit hati, serta berintrospeksi.
Regards,
Wini
(yang tahu kalau anda juga tidak membalas salam (Assalamualaikum) saat menelpon ke rumah, dan yang juga tahu suku dan karakter suara anda yang agak "bencis" , dan yang juga tahu latar belakang ekonomi anda)
pS: Coward, anda juga tidak membalas sms saya, padahal saya tahu anda tidak pernah kehabisan pulsa…..Kalau anda bukan "si Coward" yang saya maksud, kenapa takut membalas sms bernada amat sangat netral seperti itu? U know what I mean.
Semoga kita semua Termaafkan………
Amien.